Just Say Yes!!!
“Kalau
dikasih tahu, itu dicatat!” begitu ucapnya setiap kali aku salah berucap,
padahal sebelumnya sudah dikasih tahu banyak hal.
Ya,
ya, ya. Aku memang tipe orang yang malas mendengarkan. Dan, terimakasih telah
menyadarkanku. Kamu, entah orang ke berapa yang mengatakan itu padaku. Terlalu banyak
hingga aku malas menghitung.
Banyak
orang yang bilang padaku untuk menulis apa saja yang penting. Apa yang
kuperlukan. Rencanaku ke depan. Tapi itu semua hanya tertulis dan sedikit yang
kukerjakan. Argh! Memang mudah berucap daripada melakukan.
Seorang
komedian cewek amerika pernah bilang gini, “Dengan kata ya, akan banyak hal
baru yang akan didapat,” maka dari itu, saat disuruh jadi MC, aku bilang ya. Dan
benar, aku banyak hal baru yang belum kudapatkan. Termasuk, keberanian. Just say yes if there is new adventure in
your live J
Jadi
MC, pengalaman pertama berbicara di depan umum selain berpidato atau
presentasi. Berbeda kasus. Dimana, harus kerja sama dengan partner, Yudi. Walaupun, si Yudi juga pertama kali juga jadi MC
tapi suaranya, intonasi nadanya, itu udah mirip kaya Choky Sitohang. Tapi aku?
mirip Jeng Keling di sketsa, cempreng pake banget. Terasa jomplang gitu.
Beruntungnya,
Yudi dengan sabar ngajarin pake suara perut. Ya, hasilnya jadi MC nggak
jelek-jelek amatlah, menurutku. Pengalaman pertama. Banyak orang yang ngajarin
supaya bagus. Mbak Meis, mas Wawan, mbak Temu, dan anak BEM lainnya. Dan sebagai
mahasiswa baru, aku kembali belajar hal baru lagi.
Dan,
yang harus selalu kuingat adalah “Catat semua hal penting”. Terimakasih Yudi
sudah mengingatkan. You’re first dan best partner. See u in another chance J
J
J

Comments
Post a Comment