Mungkin, saya sedang lupa
Jika orang lain sedang tidur maka
saya sudah bangun
Jika orang lain sedang bangun maka
saya sudah berdiri
Jika orang lain sedang berdiri maka
saya sudah berjalan
Jika orang lain sedang berjalan
maka saya sudah berlari
Jika orang lain sedang berlari maka
saya sudah sampai1
Jika ditarik kesimpulan
secara tautologi, maka saya akan mendapatkan sebuah kalimat jika orang lain sedang tidur maka saya sudah
sampai. Yang mana proses untuk sampai sangat panjang. Sangat lama. Dan itu
yang membuat saya lupa. Saya hanya berleha-leha, berharap sampai, padahal saya
sedang tidur. Saya lupa bahwa saya orang bukan orang pandai. Saya hanya orang
bodoh yang kebetulan rajin belajar. Tapi, sekarang ini, saya sedang lupa akan
hal itu.
Iya, saya sedang lupa.
Membiarkan waktu berlalu dengan kegiatan yang banyak menyia-nyiakan waktu.
Terlalu banyak tidur. Belajar hanya jika ada tugas. Terkadang, tugas
ditinggalkan demi urusan lain. Lalu, sebenarnya, apa alasan saya berada di
sini? jauh dari orangtua?
Saya lupa tujuan saya
ke sini. belajar. Saya justeru keasyikan dengan eufora sebagai mahasisswa baru.
Saya lupa akan target apa saja yang akan saya lakukan seelah menyandang gelar
mahasiswa—seorang manusia yang mengaku sebagai agent of change.
Belajar. Mungkin itu
yang harus saya ingatkan dlam diri saya. Saya berada di sini bukan karena saya
pintar. Tapi karena saya orang bodoh. Karena saya orang bodoh, makanya saya
rela bangun tengah malam untuk belajar di saat yang lainnya tertidur. Itu saya
lakukan sebelum ujian masuk PTN. Saat pembelajaran saya sudah siap dengan
segudang pertanyaam yang akan saya tujukan pada mentor. Tapi sekarang? saya
justeru berharap seratus menit berjalan dengan cepat. Tanpa persiapan. Seolah
berperang tapi tak membawa senjata apa-apa. Mati di medan perang.
Saya ingin menjauhkan
kata lupa dalam diri saya. Selalu mengingatkan diri bahwa untuk apa saya di sini?
Saya harus ingat pada target-target yang saya telah saya tetapkan. Sudah cukup
waktu untuk berpetualang. Sekarang waktunya, belajar. Menyadarkan diri saya
bahwa saya di sini karena kerja keras. Bukan bim salabim menjadi pintar. Dan kembali
mengingatkan diri saya bahwa saya adalah orang bodoh.
1dikutip dari tweet seorang teman
setahun yang lalu.
Comments
Post a Comment