Ini Kelingkingku, Mana Kelikingmu?
Ini Kelingkingku, Mana Kelingkingmu?
Pemira Unnes
2014 kembali digelar guna memilih dua kandidat presma dan wapresma.
FMIPA Unnes—Tepat di depan tangga
gedung D2, beberapa mahasiswa Unnes menyuarakan pilihannya. Tak hanya di gedung
D2, TPS lainnya yang berada di D4, D9 dan D11 tak pernah sepi didatangi para
pemilih.
“Tidak
hanya mahasiswa MIPA yang memilih di TPS ini, seluruh mahasiswa bebas memilih
di TPS manapun yang mereka suka,” ujar Eka, salah satu panitia pemilihan umum.
Para
panitia dengan jas kuning—almameter Unnes—tersenyum ramah lalu memberikan kode
pemilih. Setelah itu, mahasiswa menentukan hak pilihnya di bilik suara. Tak
membutuhkan waktu yang lama. Cukup tiga kali klik, proses pemilihan suara telah
usai. Mahasiswa telah melaksanakan kewajibannya dalam berpartisipasi dalam
Pemira Unnes 2014.
Untuk
sampai pada hari ini, dua kandidat tersebut telah melaksanakan proses yang
sangat panjang. Mulai dari pengumpulan berkas, lalu disaring menjadi 2 besar
hingga kampanye di fakultas masing-masing selama lima hari. Setelah itu
diadakan debat antar kandidat, hal ini dimaksudkan agar para pemilih dapat
memilih pemimpin yang terbaik.
“Dan
H-1 adalah hari tenang, mendinginkan panasnya pesta demokrasi sebelum para
pemilih menentukan pilihannya.”
lanjut Eka.
Pemira
Unnes sendiri tak kalah ramai dengan pesta demokrasi yang bulan Juli lalu
dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Apalagi Pemira Unnes diadakan setahun
sekali guna memilih presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa, DPM,
gubernur BEM sampai ketua himpunan mahasiswa. Dan pada hari ini, Selasa (9/12),
sebanyak 33.000 mahasiswa memberikan hak suaranya pada dua kandidat yang
terpilih.
Tapi
ada juga mahasiswa yang memilih untuk tidak andil dalam pesta demokrasi ini.
“Malas
saja, urusan saya kuliah bukan untuk berpolitik.” kilahnya lalu pergi.
“Kita
harus memilih pemimpin yang terbaik, maka dari itu saya memutuskan memilih
karena ini sama halnya dengan belajar berpolitik di lingkungan sekitar.” kata
Ita, mahasiswa mipa, lalu menunjukkan jari kelingkingnya setelah memilih.
Lalu,
bagaimana kabar kelingkingmu? Apakah sudah dituntaskan haknya?
Comments
Post a Comment