Posts

Showing posts from 2014

Janji Tiga Sahabat

Image
Kata orang, persahabatan itu bisa diibaratkan sebagai kepompong. Yang harus bersabar sampai persahabatan itu indah saat menjadi kupu-kupu. Tapi kita tak mau persahabatan kita bagai kepompong. Yang tak boleh bertemu selama dua puluh satu hari supaya jadi indah. Kita ingin bersama kala jadi telur, ulat, kepompong hingga kupu-kupu. Kita lebih suka mengibaratkan persahabatan dengan sebuah penghapus. Tahu artinya penghapus, kan? Alat berbahan karet yang bisa digunakan untuk mengoreksi kesalahan. Kita ingin seperti itu. Mengoreksi kesalahan kita. Saling mengingatkan untuk menjadi lebih baik. Awalnya, kita beli penghapus yang sama karena penghapus kita sama-sama hilang. Kebetulan yang indah. Jangan-jangan kita jodoh (?) skip. Warna-warni. Sama seperti pribadi kita yang berbeda. Aku tak suka warna merah. Bagiku, warna mernah berarti berhenti. Sama seperti lampu lalu lintas di perempatan jalan. Tapi, adakalanya, aku suka warna merah kala harus berjuang. Aku tak boleh berhenti untuk...

Ingatkan Si Pemalas

Kenapa kian hari belajar menjadi semakin berat saja? Sangat berat, malah. Dulu, aku dengan senang hati duduk manis berjam-jam meringkas puluhan buku. Aku tak masalah dengan itu. tapi sekarang? Rasanya terlalu berat. Lalu apa bedanya dulu dan sekarang? bukankah sekarang aku belajar hal yang kusuka? Matematika? Benar kata Mustain, lulus ujian masuk jauh lebih mudah dibandingkan menjalani proses kuliah itu. Argh! Aku pusing memikirkannya. Aku heran, kemana semangatku pergi? aku merasa kehilangan diriku. Serasa monster bernama Malas mencuri semuanya dariku. Siapapun, tolong kembalikan semangatku! Setelah dipikir-pikir, aku sekarang kembali menjadi pecundang. Kekanak-kanakan. Ingin bisa tapi tak pernah mau berusaha. Eh, tunggu, aku bukannya tak mau berusaha, hanya saja sangat sulit untuk kulakukan. Wait —kalimat barusan menandakan aku yang terlalu beralasan. Dasar pecundang! Apa susahnya belajar? Hanya menuliskan materi puluhan kali. Mestinya harus mudah, bukan? Iya, muda...

Ini Kelingkingku, Mana Kelikingmu?

Ini Kelingkingku, Mana Kelingkingmu? Pemira Unnes 2014 kembali digelar guna memilih dua kandidat presma dan wapresma. FMIPA Unnes —Tepat di depan tangga gedung D2, beberapa mahasiswa Unnes menyuarakan pilihannya. Tak hanya di gedung D2, TPS lainnya yang berada di D4, D9 dan D11 tak pernah sepi didatangi para pemilih.  “Tidak hanya mahasiswa MIPA yang memilih di TPS ini, seluruh mahasiswa bebas memilih di TPS manapun yang mereka suka,” ujar Eka, salah satu panitia pemilihan umum. Para panitia dengan jas kuning—almameter Unnes—tersenyum ramah lalu memberikan kode pemilih. Setelah itu, mahasiswa menentukan hak pilihnya di bilik suara. Tak membutuhkan waktu yang lama. Cukup tiga kali klik, proses pemilihan suara telah usai. Mahasiswa telah melaksanakan kewajibannya dalam berpartisipasi dalam Pemira Unnes 2014. Untuk sampai pada hari ini, dua kandidat tersebut telah melaksanakan proses yang sangat panjang. Mulai dari pengumpulan berkas, lalu disaring menjadi 2 besar...

Mungkin, saya sedang lupa

Jika orang lain sedang tidur maka saya sudah bangun Jika orang lain sedang bangun maka saya sudah berdiri Jika orang lain sedang berdiri maka saya sudah berjalan Jika orang lain sedang berjalan maka saya sudah berlari Jika orang lain sedang berlari maka saya sudah sampai 1 Jika ditarik kesimpulan secara tautologi, maka saya akan mendapatkan sebuah kalimat jika orang lain sedang tidur maka saya sudah sampai . Yang mana proses untuk sampai sangat panjang. Sangat lama. Dan itu yang membuat saya lupa. Saya hanya berleha-leha, berharap sampai, padahal saya sedang tidur. Saya lupa bahwa saya orang bukan orang pandai. Saya hanya orang bodoh yang kebetulan rajin belajar. Tapi, sekarang ini, saya sedang lupa akan hal itu. Iya, saya sedang lupa. Membiarkan waktu berlalu dengan kegiatan yang banyak menyia-nyiakan waktu. Terlalu banyak tidur. Belajar hanya jika ada tugas. Terkadang, tugas ditinggalkan demi urusan lain. Lalu, sebenarnya, apa alasan saya berada di sini? jauh dar...

Kita Unnes atau Unnes Juara, Tentukan Pilihanmu!

Kita Unnes atau Unnes Juara, Tentukan Pilihanmu! Semarang—Gedung PKMU yang berada di sudut kampus telah ramai dikunjungi para simpatisan. Mereka sudah berdiri di ambang pintu, membagikan poster kandidat pilihannya sebagai bentuk dukungan. Tak sedikit mahasiswa yang sudah menentukan pilihannya.   Menerima poster tersebut lalu dengan bangga meneriakkan jargon kandidat yang akan menjadi mahasiswa nomor satu di Unnes. Acara debat yang   dimulai pada pukul 19.30 (4/12) membuat gedung bercat putih itu dipadati mahasiswa sejak adzan isya berkumandang. Riuh-ramai para simpatisan menyerukan jargon kandidat dengan penuh semangat. “Kita Unnes!” begitu teriakan salah seorang simpatisan yang disambut penuh gairah oleh simpatisan lainnya. “Gelora Perubahan!” “Unnes Juara!” teriak simpatisan kandidat lain tak kalah semangat. “Kita bisa!” Suasana semakin panas kala video pengenalan berisi biodata kedua kandidat dan visi misinya. Riuh perang jargon menggema di seluru...