Ikut SBMPTN? Lintas Jurusan? Tanpa Bimbel? Bisa, Kok!

Banyak yang bilang aku nekat. Tak sedikit pula yang bilang aku bunuh diri. Aku sadar, sesadar-sadarnya kalau belum belajar matematika, fisika, kimia dan biologi SMA. Aku sadar itu! Tapi, aku juga sadar kalau aku cinta sama matematika, cinta banget! banget! Banget! Banget!

jadi, kalau ada yang bilang kalau aku anak smk jurusan akuntansi dan nekat ambil jurusan matematika prodi pendidikan matematika yang notabenenya 'kawasan anak ipa' itu nekat, bukankah cinta juga nekat? bukankah cinta itu butuh perjuangan? Maka, dari itu aku berjuang untuk mencapai apa yang aku cintai.

Aku lulusan tahun 2013. Ceritanya, tahun lalu aku gagak masuk PTN. Sedih? Tentu saja. Tapi setelah itu, banyak sekali pelajaran yang aku dapat di dunia nyata. Tempat belajar yang sesungguhnya. Tahun 2014, aku ikut SBMPTN lagi. Aku, tentu saja tak mau masuk di lubang yang sama. Nggak mau gagal lagi!

Dengan bermodalkan pinjam buku teman SMP, aku mulai belajar fisika, kimia, dan biologi. SULIT? Jangan ditanya! Tapi aku mencoba 'membohongi' diri. Aku katakan pada diriku sendiri kalau aku bisa dan tak ada kata sulit kalau mau mencoba. Bahkan, di dinding tempatku belajar kutulis begini biar semangat "Tak ada kata sulit, yang ada hanya rasa malas". Pas masih bayi, ngomong aja susah tapi tetap saja kan kita bisa ngomong setelah berulang kali ngomong nggak jelas?

Januari 2014, setelah keluar dari kerjaan, aku mulai belajar serius. Baca pelan-pelan sambil dihayati, cari maknanya, terus kutulis berulang kali sampai materi itu tertulis di kepalaku. Kalau 'kebangetan' nggak ngerti-ngerti juga, aku baca lagi tulisan di dinding "Kalau lo belum bisa, baca lagi, baca lagi, tulis lagi, tulis lagi, tulis lagi, kalau perlu sampai ribuan kali". Sedikit lebay sih, tapi berhasil. Nggak sampai sepuluh kali, materi yang kubaca dan kutulis masuk di kepala.

Setelah belajar giat, tentunya butuh diuji dong. Selama setahun ini, aku juga ikut try out. Pertama kali itu, ikut try out SIMAK UI. Pas lihat hasilnya, cuma bisa geleng-geleng kepala. 12%. Jauh banget dari grade yang harus kukejar. 35%. Nyerah? Belum waktunya.

Belajar lagi, belajar lagi, belajar lagi. Itu yang kulakukan. Ngafalin SPU dari awal, otak-atik Stokiometri, coba-coba persamaan reaksi, kenalan sama redoks, mencoba membangun ikatan sama kamu...eh..sama ikatan kima dan setelah belajar kimia, betapa beruntungnya anak IPA, bisa belajar materi sebegini uniknya. Awalnya, memang susah tapi lama-kelamaan mudah. Bukankah bisa karena terbiasa? Kita bisa makan karena terbiasa makan, kita bisa tidur karena terbiasa tidur, kamu bisa cinta sama dia karena terbiasa ketemu tiap hari...ups...jadi, intinya bisa karena terbiasa.

Hal yang paling berat kupelajari cuma biologi. Ngafalin? Hal yang membosankan. Aku itu orangnya pelupa. Tapi demi cinta, apa sih yang nggak. Ceileh...apaan sih. Tapi serius, aku benar-benar ngafalin. baca lagi, baca lagi, baca lagi, tulis lagi, tulis lagi, tulis lagi. Kayak gitu terus. Kalau bosen, ya tinggal tanya diri sendiri, CINTA NGGAK? MAU KULIAH NGGAK? Kan tadi, aku bilang aku orangnya pelupa. Jadi, sebelum belajar materi biologi baru, aku ngulang dulu materi lama. Berkesinambungan gitu.

Kata anak SMA, pelajaran paling sulit itu fisika. Emang iya? Iya banget! Tadi, kan udah bilang nggak ada yang sulit kalau mau. Iya, mau belajar, mau kerja keras, mau tidur larut, mau 'rekasa' intinya. Jujur, beberapa kali fisika bikin geleng-geleng kepala. Tapi harus tanya diri sendiri lagi. CINTA NGGAK? Akhirnya dengan mantra seperti itu. Fisika, mulus-mulus aja. Belajar dinamika (materi ini tiap tahun keluar di SBMPTN), listrik dinamis, mata, lup, mikroskop (lupa babnya apaan), pokoknya banyak deh dan suka. Kamu aja ketemu si doi tiap hari jadi suka. Masa kencan sama Fisika tiap jam nggak suka? Nggak logis banget!

Try out kedua datang. Yeeeeee! senang dong. Try out kedua itu SBMPTN yang diadain sama mahasiswa UGM. Parahnya, aku telat setengah jam. Alhasil, ya kerjain ala kadarnya tapi tetap sepenuh hati. Kan, nggak ada yang bisa mengalahkan sepenuh hati. Kamu aja cinta dia sepenuh hati, meski dicuekin tetep aja cinta. apaan sih...salah fokus. Dan hasilnya....tengrengtengteng...31%. dikit lagi coy, dikit lagi nyampe di pendidikan matematika UNY.

Pulang-pulang dengan senyum dong. Tapi tetap harus belajar lagi. Kan masih ikut try out lagi (Sebenarnya lebih suka nyebut 'try in' kan ceritanya diriku mencoba masuk di hatimu...eh...di PTN hehehe). Kebiasaanku setelah try out itu membahasnya. Bagian mana yang sudah dikuasai dan tinggal latihan soal, bagian mana yang masih kurang dan perlu baca materi lagi. Kayak gitu terus.


Sampai deh, di Try out ketiga. Try out ketiga ini berbeda karena hadiahnya. Emang sih, sebelumnya ada hadiahnya tapi hadiah yang kali ini lebih istimewa. Hadiahnya BIMBINGAN. Lebih tepatnya, MONDOK yang gratis. Dan hasilnya, diterima.

Bimbingannya itu namanya BPUN (Bimbingan Pasca Ujian Nasional). Namanya emang bimbingan tapi jauh dari itu. Ini bukan bimbingan kayak bimbel-bimbel yang ngasih materi terus ilmu cepat. NGGAK. Lebih tepatnya, kayak bimbingan mental terhadap diri sendiri. Kayak latihan kuliah gitu.

Di BPUN, memang ada tentor tapi tentornya cuma ngajar bentar banget. Kita Cuma diajarin ala kadarnya kayak di kelas. Yang serius, ya bisa, yang ditinggal smsan sama bercanda ya ke laut aja sana. Persis kaya kuliah. Bisa dilihat hasilnya, yang mau belajar sendiri setelah pembelajaran, ya bagus, tapi yang nggak serius ya cuma bisa nyalahin sistem sama orang lain. Pas BPUN itu aku puasin deh tanya ini tanya itu. Aku bersyukur banget bisa di BPUN karena bisa ngerasain jadi anak IPA walau Cuma sebulan. Sama enaknya kayak jadi anak akuntansi.

Genderang perang mulai ditabuh. Dong. Dong. Dong. 17 Juni 2014. Penantian panjang akhirnya datang. Pas jam pertama itu saintek. Tahu sendiri kan nerveous banget. Tapi setelah baca asmaul husna, salawat, dan istighfar jadi tenang sendiri (maklum anak pondok baru sebulan J ). Ajaibnya, lancar-lancar aja ngerjainnya padahal pas berangkat deg-degan banget.

Setelah pulang, dikroscek lagi dong hasil ujiannya. Aku tanya sama orang yang bisa ditanyai. Soal ini caranya gimana, jawabannya apa. Dan hasilnya. Alhamdulilah (Kan harus bersyukur meski di luar target). Saintek, mat ipa benar 3 salah 1, fisika benar 6 salah 2 (nggak nyangka banget, percaya atau nggak, aku Cuma belajar fisika kelas X doang, kelas XI sama XII nggak punya cukup waktu), kimia benar 1 salah 4 (Ini juga nggak nyangka, dari semua mapel, kimia yang paling banyak kukasih waktu tapi ya sudahlah), biologi benar 2 salah 5. TKDU, mat benar 7 salah 1, Bahasa Indonesia benar 5 salah 6, Bahasa Inggris benar 4 salah 8.

Setelah baca berulang kali hasil ujian. SHOCK berat. Kimiaku nilainya NOL. Nol coy, takut nilai mati. Akhirnya, setelah browsing, nemu apa itu nilai mati. Nilai mati itu kalau lebih dari atau sama dengan dua mata uji punya nilai di bawah 2,5. Selamat. Selamat. Selamat. Cesssss...banget rasanya.

Setelah SBMTN, tentu saja masih harus belajar. Kemungkinannya kan Cuma dua; lolos atau nggak lolos. Kalau lolos sih semua orang juga bisa, semua orang siap. Tapi nggak lolos kaya tahun kemarin? Nggak semua orang siap. Maka dari itu, setelah masa perang, belajar lagi, terlebih belajar menata hati untuk kamu...eh...untuk gagal. Supaya nggak down banget gitu.

16 Juli 2014 pukul 18.45. Akhirnya, setelah buka website pengumuman.sbmptn.or.id dari pukul 17.00 terbuka penantian selama setahun ini. Masih proses lama banget. Pas lagi khusyuk-khusyuknya nunggu teman-teman BPUN banyak yang sms kalau nggak lolos. Saat itu, aku Cuma bisa pasrah. Apapun hasilnya, aku harus terima. Buktinya, tahun lalu aku gagal, aku dapat banyak pelajaran. Kapan-kapan aku pos apa pelajaran itu. dan tengrengtengteng. Bunyi pengumumannya kayak gini;








Selamat, Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN 2014.

Anda diterima pada Program Studi berikut :
421012 — PENDIDIKAN MATEMATIKA, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Rasanya tuh, lemes banget. Kan pas itu aku lagi nunggu bareng emak. Sumpah, itu kayak drama. Kita nangis terus pelukan gitu. Tapi hal itu membuatku tahu apa itu bahagia. Bahagia itu sederhana. Saat orangtua kita tersenyum dan kita tahu alasannya karena kita. Meskipun di pilihan satu dan nggak jadi kuliah di jogja, tapi aku tetap bahagia dan bersyukur. Bukankah jalan yang dipilihkan Allah itu yang terbaik? Dan yang terpenting jurusannya pendidikan matemaika (Ya, iyalah dari pilihan 1 sampai 3 pendidikan matematika semua).


Dari santri BPUN cuma 13 orang yang diterima melalui SBMPTN. Tadi kan udah bilang. Mau sukses mau nggak itu pilihan kita. Mau sukses nggak? Jawabannya pasti mau. Iya harus mau. Mau belajar, mau kerja keras, mau tidur larut, mau nggak smsan, mau pergi dari dumay dulu, harus mau ‘rekasa’. Mau sukses nggak? Mau, tapi nggak mau ‘rekasa’ kan nggak sinkron, nggak logis. Jadi, jangan pernah bilang nggak bisa. Apapun itu, kalau masih di dunia nyata, bisa kok, asal mau berusaha. Nggak usah terpaut harus ikut bimbel yang mahal. Nggak usah terpaut sama biaya. Harus percaya kalau ada niat yang baik pasti ada jalan. Itu pasti. Masih nggak percaya kalau anak smk jurusan akuntansi bisa masuk pendidikan matematika? Bisa lintas jurusan? Bisa kok.

Oh ya, yang mau gabung di BPUN bisa lho. BPUN ada di seluruh Indonesia. Dan kabar baiknya, BPUN itu GRATIS...TIS...TIS...TIS. Selamat belajar J

Lina Purwati, Mahasiswi Pendidikan Matematika Unnes, pernah belajar Akuntansi tiga tahun dan suka J J J



Comments

  1. Sangat memotivasi :) selain itu ada hiburannya juga (y)

    ReplyDelete
  2. Ceritanya memotivasi dan mengalir banget. Selain itu, lucu juga. Good job!!

    ReplyDelete
  3. terimakasih teman, atas apresiasinya :)

    ReplyDelete
  4. Banyak kemiripan disana-sini dengan saya. Saya juga anak SMK Pemasaran (sejenis dengan akuntansi) tapi bedanya saya masih proses belajar, saya juga mau ke jurusan matematika :D. Terimakasih buat semangatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat belajar ya :) berjuanglah lebih keras karena di luar sana ada ribuan orang yang memiliki mimpi yang sma dengan kamu. Hasil selalu berbanding lurus dengan usaha. Semangat!!!

      Delete
  5. selamat kak bisa lolos ke ptn lewat sbmptn
    keren banget kisahnya
    saya juga anak smk, tapi belum maksimal belajar buat sbmptn
    cuma bermodal latihan pembahasan sbmptn dari buku2 tanpa ikut les bimbel apa bisa kira" ?
    dinding kamar juga saya tempelin gitu
    saya takut ngecewain ortu, misalnya ikut bimbel tapi gk lolos sbmptn
    biaya les kan mahal
    dan percuma juga kalau di tmpat bimbel niatnya datang-nerima_materi-pulang tambah kasihan ortu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. Jangan takut. kalau takut kamu nggak akan bisa menata masa depan. Lakukan yang terbaik aja. Belajar lebih giat. Kalau sudah melakukan yang terbaik, apapun hasilnya nggak akan menyesal kok. Percaya, deh. Semangat belajar ya :)

      Delete
  6. Arigatou ceritanya memotivasi banget.. mudah mudahan aku juga bisa tahun ini amiin 😍👆👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah menyempatkan membaca kisah saya. Semoga dimudahkan dalam belajar dan dijauhkan dari rasa malas. aamiin

      Delete
  7. Cerita yg menginspirasi. Semoga kerja kerasnya bisa dimaknai temen temen. Yang namanya usaha ya begini ini. Pantang menyerah.. salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih sudah mampir membaca kisah saya mbak :')

      Delete
  8. menginspirasi kak.. aku jg rencana mau lintas jurusan.. dari ipa ke ips. ^o^ semoga aku bisaa. aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin. semoga bisa. dan selamat berdoa. pengumuman sebentar lagi :)

      Delete
  9. Sangat menginspirasi kak.. Ada Banyak kesamaan dengan saya kak. Saya juga lulusan SMK akuntansi, sekarang lagi Gap Year karena SBMPTN kemarin gak keterima. Rencana tahun depan mau ikut lagi. Saya juga milih lintas jurusan, yaitu jurusan pertanian. Karena saya ingin sekali mewujudkan Indonesia swasembada pangan, maka dari itu nekat nyebrang. Saya kira cuma saya doang yang anak SMK mau lanjut kuliah dan ngambil jurusan saintek yang blm pernah disentuh sebelumnya. Soalnya itu jarang bgt, bahkan hampir jadi mitos. Hehe.. :D Untungnya saat saya sedang asik berselancar di internet gimana caranya konsisten belajar SBMPTN saat Gap Year, ehh... saya nemu tulisan ini. Setelah membacanya saya jadi semangat kembali tuk belajar lebih keras. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita yakin dan berusaha. Terima kasih banyak kak udh mau share pengalaman nya. (y)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Finally, I get it!

Ingatkan Si Pemalas

Let's Be The Best